Sambutlah Kehidupan dengan Optimis dan Kepasrahan
Assalamu’alaikum
saudara-saudaraku.. salam sejahtera bagi kita semua. Kenapa saya mengambil
judul ini dikarenakan saya ingin agar hidup ini kita sambut selalu dengan
kebahagiaan dan hati yang tenang. Karena apa, karena dengan ketenangan itulah
kita dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik.
Kembali ke
judul Optimis dan Kepasrahan, ada kata kepasrahan di sini hal ini terkait
dengan posisi kita sebagai Abdullah atau hamba Allah. Kita hidup ini karenaNya,
kita berjalan, makan, tidur dan apapun itu karenaNya. Maka saya katakan di sini
kepasrahan itu hal utama. Bukan berarti kepasrahan adalah tindakan pasif atau
kediaman diri, statis. Kita pasrah disini berarti kita tetap berupaya sekuat
diri untuk melakukan gerak dan tindakan yang baik namun segenap hasil dan apa
yang menjadi buah akhir tindakan kita itu kita sandarkan sepenuhnya atas kuasa
Allah.
Ada sebuah
cerita menarik di bawah ini tentang penyikapan seseorang terhadap kejadian yang
menimpa dirinya. Suatu saat ada seorang bapak waktu itu begitu senangnya karena
bisa membelikan mesin cuci otomatis untuk keperluan rumah tangganya.
Berhari-hari mesin cuci ini digunakan lancar-lancar saja. Setelah memasuki
habis masa garansi mesin cuci ini tiba-tiba tidak mau keluar air dari keran
otomatisnya. Si isteri langsung mengeluh pada si Bapak ini”, Pak, Mesin Cucinya
tidak bisa digunakan rusak, padahal dulu bapak bilang membelikan aku mesin yang
terbaik, kenapa bisa begini?”. Si Bapak ini langsung menanggapi keluhan isterinya”, Iya buk, ini mesin cuci yang
terbaik yang aku pilihkan untukmu, kata yang jual biasanya walau masa garansi
sudah habis tetap bisa digunakan dengan baik..” Si Bapak melanjutkan
kata-katanya”, Mungkin ibu mencucinya kurang hati-hati atau terburu-buru.” Si
isternya membalas,” Tidak pak, aku selalu hati-hati ini saja mesin cucinya yang
jelek.” Akhirnya terjadi pertengkaran hebat dan masing-masing memendam rasa
jengkel dan dongkol pada pasangannya. Ini adalah contoh penyikapan yang tidak
optimis dan terburu-buru.
Cerita
berikutnya ada seorang Bapak waktu itu disambati isterinya bahwa mesin cucinya
tiba-tiba mati. Mesin cuci yang sudah lama membantu isterinya itu tiba-tiba
mati nggak mau masuk air ke dalam tabungnya. Isterinya berkata”, Pak tolong, mesin cuci
yang biasanya lancar ini, koq tiba-tiba mati ya pak padahal aku lihat masih
bagus semuanya.” Si Bapak langsung menjawab ke isterinya”, Biasa bu, mungkin
sudah waktunya di cek khan dari awal belum pernah di chek, dan lagian
garansinya sudah habis, atau mungkin kita harus beli mesin cuci baru ya, bune.”
Si isteri langsung menimpali”, Ah bapak nich kaya orang kaya saja…kita dulu
beli ini saja sudah bersyukur. Mungkin ada yang tidak nyambung pak, coba di
perbaiki sendiri saja, bapak khan pinter bongkar-bongkar.” Si Bapak berkata
lagi”, Gimana kalau malah rusak bu, aku khan belum pernah bongkar mesin cuci
yang, kayak begini.” Si isteri menjawab lagi,”Ndak apa-apa pak, entar kalau
bisa mbongkar ndak bisa ngembalikin, nanti kita panggil mekanik, khan nggak ada
ruginya ta ..masa garansinya juga sudah habis khan!”. Akhirnya dengan senang hati sang Bapak
membongkar mesin cuci tersebut. Ternyata sang Bapak merasakan kenikmatan luar
biasa, ternyata gampang mekanisme batin
sang Bapak. Selanjutnya setelah dipasang lagi dia memanggil isterinya,” Bune
coba dulu ini hasil uji coba mbongkar Bapak tadi.” Isterinya segera menjawab,”Okay
pak, segera laksanakan,..he,he.” Setelah beberapa saat di coba mesin cuci yang
habis diservis sendiri sama si Bapak ternyata berjalan lancar, mereka semua
merasa bahagia. Si Bapak semakin punya rasa percaya diri dan si isteri semakin saying
pada si Bapak suaminya.
Itulah cerita
singkat bagaimana seseorang menyikapi kejadian yang sama dengan penyikapan yang
berbeda hasilnya pun berbeda.
Semoga sekedar
cerita ini dapat diambil manfaatnya, billahi taufik wal hidayah, wa ridho wa
inayah, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Comments
Post a Comment